Jumat, 18 Mei 2012

Sheila On 7 16th Anniversary 3 On 3 Concert

Sebelumnya, terimakasih Kak Giany yang secara sepihak saya putuskan tiket Sheila On 7 semalam adalah hadiah ulang tahun dari dia untuk saya. Terimakasih juga untuk kakak saya Astari (yang gaul sekali pada masanya), yang menjejali lagu-lagu Sheila On 7 melalui kaset tape dari album Sheila On 7, Kisah Klasik Untuk Masa Depan, 7 Des, hingga Pejantan Tangguh yang menjadi soundtrack film hits ketika itu; 30 Hari Mencari Cinta. Meskipun tidak terlalu mengikuti album Sheila On 7 setelah itu (507, Menentukan Arah, dan Berlayar), baliho besar dibeberapa sudut jalanan Jogjakarta tidak menyurutkan anggukan saya ketika Kak Giany mengajak saya membeli tiket konser dalam rangka ulang tahun ke 16 band asli Jogjakarta tersebut.

Bertajuk Sheila On 7 16th Anniversary 3 On 3 Concert, konser tersebut diadakan hari Jum'at, 18 Mei 2012, di Grand Pacific Jogjakarta.Setelah menukar tiket, antri masuk, dan duduk menunggu didepan stage (di dekat saya duduk pula Frau, berkaus hitam, dan rok merah muda berbunga-bunga), konser dimulai dengan dentuman bunyi gong, lampu padam, narasi peraturan dan penjelasan singkat mengenai konser, ayunan besi merah yang melingkar diatas sebuh gitar, dan alunan lagu Tunjuk Satu Bintang. Setelah layar merah tersibak, Duta (Vocalist Sheila On 7) muncul dengan fedora hitam, blazer hitam, senyum, dan lantunan lirik Tentang Hidup. Panggung yang ditata begitu manis, menambah semarak penampilan Duta, Eross, Adam, dan Brian di konser yang diselenggarakan 3 jam dalam 3 sesi tersebut. Spot Festival terdapat di depan stage dan dibelakangnya terdapat level setinggi kurang lebih 1,5 meter untuk penonton VIP. Saya pribadi merasa bersyukur membeli tiket festival karena bisa berada lebih dekat dengan panggung dan menikmati tata lampu ciamik dari konser yang (katanya) merupakan konser terbesar Sheila On 7 selama 16 tahun berkarir.

Sesi pertama konser tersebut diisi dengan lagu-lagu dengan beat bersemangat seperti Bertahan Disana, Bila Kau Tak Disampingku, Kita, Yang Terlewatkan, Tunjukkan Padaku, Pemuja Rahasia, Betapa, dan 3 medley; Anugrah Terindah yang Pernah Kumiliki, My Heart Will Go On - Itu Aku, Mari Bercinta, Hujan Turun, dan Kau Kini Ada - Generasi Patah Hati - Pria Kesepian).

Satu jam berlalu, lampu dipadamkan. Panggung kosong dan entah karena apa semua penonton berbalik arah. Ternyata semua personel Sheila On 7 telah berpindah ke belakang, persis didepan para penonton VIP. Hem ini sih namanya sila ke-5 Pancasila ya. Saya yang kecil (hem oke bukan kecil tapi pendek) jadi tidak melihat pertunjukan apa-apa di sesi ke-2 yang membuat penonton terbuai dengan lagu-lagu mendayu seperti Sephia, Berhenti Berharap, Just For My Mom dan tak lupa lagu manis yang liriknya bikin pengen peluk Danish :3, Saat Aku Lanjut Usia turut dinyanyikan di sesi ini.

Sisa satu jam dihabiskan untuk sesi terakhir dimana semua personil Sheila On 7 berpindah kembali di panggung semula. Namun seperti hidup, semua tak lagi sama. Entah karena apa posisi saya yang semula hanya berjarak 4 baris dari panggung, kini bergeser 4 baris lebih belakang. Pada sesi ini suasana (yang saya rasakan) sudah tidak terlalu kondusif. Dehidrasi melanda dan udara kian sesak direbut ratusan jaringan pernafasan manusia. Tapi ya sudahlah saya terus bernyanyi melantunkan lagu-lagu bersemangat dari Sheila On 7 lainnya. Lagu pertama yaitu Pede didendangkan, lalu sedih rasanya merasakan hawa diakhir lagu Sahabat Sejati. Katanya "Tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini", pikiran saya sontak terbang ke Decin, Wahy, Andina, Hawwin, Jimmy, Amri, Kak Gigi, Mas Ucok, Memey, Dian, Adit, Maman, Benji, dan lainnya. Sedih :(
Rupanya pintar sekali si penata list lagu yang dibawakan Sheila On 7 ini. Setelah diombang-ambingkan perasaan getir perpisahan untuk pendewasaan, Have Fun dimainkan, dan hati saya diterbangkan dengan lagu Berlayar yang diteruskan Terimakasih Bijaksana, Medley Brillian - Pejantan Tanggung - Bait Pertama, Seberapa Pantas, dan Hari Bersamanya. Tiba-tiba ketika Duta sedang mengucapkan banyak terimakasih kepada penonton, Keluarga besar Sheila On 7 yang dipimpin Adelia Lontoh (istri Duta) (cantik sekali), (istri personel lainnya juga cantik, jadi tidak heran apabila anak-anaknya lucu semua) muncul dipanggung dengan membawa kue ulang tahun dan bunga. Sesi ini dilanjutkan dengan perkenalan keluarga personel dan kru yang berjasa selama ini. Disitu turut hadir Khaylila (anak angkat Eross) yang kini telah beranjak dewasa.Perkenalanpun dilanjutkan dentuman lagu Melompat Lebih Tinggi. Lampu kembali padam dan konser dideklarasikan telah usai. Hampir seluruh penonton berbalik untuk pulang. Tapi tunggu dulu, pertunjukan ternyata belum usai. Eros kembali muncul diikuti 3 personel lainnya. Duta bilang "semoga lagu ini bikin kalian ingat terus malam ini". Hem ibarat orang sekarat nih, abis ini detektor denyut jantung sudah akan menampilkan garis lurus dan bunyi Tiiiiiiiit panjang karena Kisah Klasik Untuk Masa Depan lalu berkumandang.

Iya benar, konser ini bikin saya pengen pulang ke Madiun untuk mengambil semua kaset-kaset Sheila On 7 kakak saya. Dan iya benar, konser ini membuat saya teringat akan beberapa kejadian dan orang penting dalam hidup saya. Namun, konser ini bukan konser terbaik dan terspektakuler yang pernah saya datangi. Ibarat segelas kopi, ampasnya masih nempel di cangkir dan tidak turut masuk ke organ pencernaan. Kemudian, mengingat air minum yang dibawa penonton disita diawal dan 3 jam merupakan durasi yang cukup lama, perlu kebijakan yang merumuskan regulasi bagaimana penonton tetap bisa minum untuk mencegah pingsan dan dehidrasi dikonser sekelas tadi malam.

Terlepas dari hal tersebut, (buat saya) terdapat satu pembeda antara konser ini dengan konser-konser lainnya, Duta berhasil menimbulkan atmosfer cinta disetiap lirik lagu yang dinyanyikannya. Karena yang saya rasa, seolah-olah Ia hanya bernyanyi untuk saya. Em, mungkin semua wanita diruangan tersebut merasa hal yang sama?



Jadi, selamat ulang tahun Sheila On 7.

Kamis, 17 Mei 2012

Jalan-jalan Ratu Boko

Seminggu yang lalu saya dan Dimas pergi selo ke Candi Ratu Boko setelah Dimas selesai kuliah. Dengan mengendarai sepeda motor selama kira-kira 30 menit, kami tiba di Situs Candi Ratu Boko yang merupakan situs purbakala berupa kompleks sisa bangunan yang terletak kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan dan 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta. (Kalau tidak salah ingat) objek wisata ini buka dari jam 07.00 - 18.00 WIB. Harga tiket yang harus dibayar adalah Rp 20.000,00, sudah termasuk sebotol air mineral dan langit cantik.
Pertama kali masuk, terdapat kandang rusa dimana kita dapat memberi makan rusa-rusa yang ada didalamnya. Setelah puas memberi makan, baru jelajah bangunan seluas 25 hektar tersebut.
Sore itu angin semilir, dan langit sedikit labil karena terkadang cerah terkadang mendung menyelimuti situs yang menampilkan atribut tempat berkegiatan atau situs pemukiman yang fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas. Nama Ratu Boko sendiri berasal dari legenda masyarakat setempat, yang mana secara harafiah Ratu Boko berarti Raja BangauMenurut perkiraan, Ratu Boko sudah dipergunakan orang pada abad ke-8, dan menurut informasi yang didapat, apabila diilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, situs ini diduga kuat merupakan bekas kraton. Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan, dan terdapat pula sisa-sisa permukiman penduduk yang ditemukan di sekitar lokasi situs ini.




Karena Ratu Boko adalah surga menikmati senja, luangkan waktu, atau jangan sampai terlewat ketika kamu bertandang ke Jogja! (:

Desire.




I want you to hold me in your soul
It makes me easy
Makes me fine
But how that dream will be come true
Will it be tomorrow, I don't know
I can't say anything, or bring you someting
I hope you can feel this..
My desire.

Pure Saturday -  7 April 2012

FSTVLST


Foto ini saya buat ketika menghadiri acara British Night 28 April yang lalu di Langgeng Art Foundation.
Semua personel FSTVLST menggunakan baju baru endorsment dari Lee Cooper si empunya acara.
Lagu-lagu yang dibawakan, dimainkan dengan aransemen yang berbeda.
Malam itu spesial seperti biasanya.
Banyak tentang band ini bisa ditemukan di http://fstvlst-yk.blogspot.com/


Rabu, 16 Mei 2012

10 Lagu yang Harus Ada di Pernikahan Saya Nanti (II)

Lupakan saja dulu apa menu penghidang dan berapa orang yang akan diundang.
Pernikahan dengan dekorasi putih tulang tersebut akan berlangsung sederhana.
Selain seperangkat alat sholat sebagai mas kawin, harus terdapat seperangkat alat band ketika acara resepsi.
Bayangan berlebihannya sih disitu ada David Naif, Rekti The SIGIT, Glenn Fredly, Mas Farid , Fraya, Satriyo Pure Saturday, Aki Alexa, Aji IDOL, Frau, Mian Tiara, Mas Diwa, Auliabi (Komunikasi 2010), dan Leonardo Ringo di panggung musik, bergantian menyanyi 10 lagu yang harus ada di pernikahan saya (yang saya tulis di posting sebelumnya).
Mengapa 10 lagu? Karena nanti kalau 40 jadi chart ampuh, dan dompet bisa melepuh buat bayar wedding singer.


Set list tidak bisa diganggu gugat. Tapi nanti kalau mau nambah... Boleh lah :p


Karena Kamu Cuma Satu - NAIF
Ini adalah lagu favorit saya sepanjang masa. Melodi dan liriknya yang ringan, apalagi apabila dinikmati bersama video klipnya selalu berhasil menenangkan jiwa seperti sehabis berdoa. Bagian lirik yang paling saya suka dari lagu ini "Dari semua pria, aku yang juara. Dari semua wanita, kau yang paling sejiwa". Baru dinyanyikan lagu ini oleh drummer idola aja saya sudah senyum-senyum 3 hari, apalagi nanti kalau suami yang bernyanyi.


All The Time - The Super Insurgent Group of Intemperance Talent
Dengan mengesampingkan Rekti yang seksi, wanita mana yang tidak luluh hatinya apabila dinyanyikan lagu dengan lirik seperti ini?
"I wanna grow my hair and nails you up my life. I hope to do change your last name and be a wife" . Yah siapa tahu nanti saya jadi Astrini Yoewono kan tidak ada yang tahu juga kan (:


Bersamaku - Angsa dan Serigala
"Dan kulihat semua masa depan dimatamu. Dan berjalanlah bersamaku"Inginnya sih ini menjadi lagu kenangan sebelum menikah.Menyiratkan ketulusan dan kerendahan hati untuk sebuah kebersamaan. Lovely sekali.


Wonderwall - OASIS
Cuma karena ingatan dan kesukaan. Lagu ini tidak boleh tidak dinyanyikan. (:

Through Her Eyes - Dream Teater
Kata James LaBrie, "I'm learning all about my life. By looking through her eyes" . Karena mata memang dapat menyiratkan apa saja. Ketulusan, kehangatan, kebenaran, dan termasuk didalamnya; kebohongan.

Can's Stop Loving You - Van Hallen
Saya mengetahui lagu ini dari Amri dan Jimmy karena setiap karaoke, mereka berdua pasti menyanyikan lagu ini, sebuah lagu dengan esensi tergila-gila yang disampaikan dengan hangat dan dewasa.
"Hey!
There's a time and place for everything. For everyone
We can push with all our might, but nothin's gonna come
Oh no, nothin's gonna change
An' if I ask you not to try, oh could you let it be?
I wanna hold you and say
We can't throw this all away
Tell me you won't go, you won't go
You have to hear me say

I can't stop lovin' you
And no matter what I say or do
You know my heart is true, oh
I can't stop lovin' you"


The Last Time - Eric Benet
Bayangkan saja denting piano tunggal yang mengantarkan pada buaian "This is the last time, 
that I will say these words. I remember the first time, the first of many lies. Sweep it into the corner, or hide it under the bed. Say these things they go away, but they never do" *peluk suami


Pilihanku - Maliq&D'Essential
MAUKAH KAU TUK MENJADI PILIHANKU, MENJADI YANG TERAKHIR DALAM HIDUPKU. MAUKAH KAU TUK MENJADI YANG PERTAMA, YANG SELALU ADA DISAAT PAGI KUMEMBUKA MATA"
Ya Tuhan, mengapa ada hal indah berupa tawaran didepan mata seperti yang ada pada lirik lagu band yang hampir seluruh lagunya saya hafal ini?
Pagi-pagi melihat orang terkasih masih tidur, lalu pergi kedapur membuat secangkir kopi dan kembali lagi dengan cium yang berakhir peluk hangat untuk semangat berangkat.

You Are My Everything - Gleen Fredly
"Take me to your place, where our hearts belong together. I will follow you cause you're the reason that I breathe" AWWW! menjadi alasan seseorang untuk bernafas tentu menjadi tanggung jawab yang berat. Bayangin terus gara-gara kita kentut dan bau, orang tersebut jadi engga bisa nafas lagi. Kan sereeem. Tapi tetap saja "Cause you are my everything itu akhiran manis untuk sebuah kalimat pertanyaan.

Everybody's Changing - Keane
Karena kerabat dan teman terdekat pasti akan berubah. Yah namanya juga hidup, everybody's changing and i dont feel the same.


Sampai jumpa di pernikahan saya kelak.

Selasa, 15 Mei 2012

10 Lagu yang Harus Ada Di Pernikahan Saya. (I)

Siapapun yang ada disebelah saya nanti, 10 lagu ini harus ada dipernikahan saya nanti.

1. Karena Kamu Cuma Satu - NAIF
2. All The Time - The Super Insurgent Group of Intemperance Talent
3. Bersamaku - Angsa dan Serigala
4. Wonderwall - OASIS
5. Through Her Eyes - Dream Teater
6. Can's Stop Loving You - Van Hallen
7. The Last Time - Eric Benet
8. Pilihanku - Maliq&D'Essential
9. You Are My Everything - Gleen Fredly
10.Everybody's Changing - Keane

Senin, 14 Mei 2012

LEONARDO.

I believe in children, they're telling the truth. Wish I could go back.
Leonardo Ringo - Blatant 
Bukan tidak percuma saya sekuat tenaga menahan kantuk akibat tidak tidur semalaman untuk datang ke gig ciamik yang diadakan Grass Root Management & RSM bertajuk Interconnection #1 yang diadakan 21 Januari 2012 lalu di Purna Budaya UGM.
Kedatangan saya ke acara tersebut disponsori oleh Dian yang hari itu sedang berulang tahun (tapi dia malah tidak ikut menonton gara-gara ketiduran) dan rasa penasaran dengan L'Alphalpha yang pernah saya baca previewnya di majalah.
Acara baru mulai jam 9 malam dan dibuka oleh band lokal Jogja yaitu Brilliant at Breakfast. Karena kurangnya ketertarikan saya terhadap musik yang disajikan band yang katanya hendak tampil di Jepang tersebut, saya memutuskan untuk tetap berdiri dibarisan belakang.
Tak beberapa lama, Leonardo Ringo yang masih asing di telinga menghentak purna budaya dengan lagu-lagunya. Mian Muthia turut muncul menyanyikan Blatant yang seharusnya dinyanyikan bersama Lani Leyli vocalist Amazing in Bed. Penampilan perdana Leonardo di hadapan saya sukses membuat saya terpukau,  seperti kali pertama menonton Efek Rumah Kaca dan Pure Saturday. Alhasil yang membekas dari acara tersebut malah penampilan Leonardo dan bukan L'Alphalpha.
Leonardo Ringo,menjadi penyanyi pertama yang saya beli CDnya setelah saya selalu merasa berdosa mengetik www.4shar*d.com. Album tersebut bertajuk "The Sun", berisi 12 lagu berbahasa Inggris, dikemas seperti CD pada umumnya, dan dilengkapi foto-foto monochrome apik hasil karya Dimas Wisnuwardono dkk.Lagu favorit saya? Wondrous Sky pastinya (:

If you feel so curious, just let it go.
If you feel obnoxious, don't let me go.
If you feel uncertain, don't you worry.
Don't you worry.

Sabtu, 12 Mei 2012

XXI.

Pernah mendengar Menangisi Akhir Pekan, Manifesto, Monster Karaoke, dan lagu-lagu dengan judul berawalan huruf "M" lainnya?
Kira-kira 2,5 tahun yang lalu, ketika saya masih cupu (sekarang juga), saya datang ke gig yang diadakan UKM Bulak Sumur UGM. Saat itu Frau diundang sebagai salah satu bintang tamu. Sebuah accident memaksa saya untuk datang telat, dan penampilan Frau terpaksa lewat. Namun, karena saya selalu suka atsmosfer yang ditimbulkan para penonton konser, saya memutuskan untuk tetap ditempat dan menyaksikan performance sebuah band yang menjadi penutup acara tersebut; JENNY sebuah band almost rock barely art.
Saat itu, sang vocalist Farid Stevy Asta bernyanyi sambil memegang sebuah buku kecil berwarna hitam, diakhir pertunjukan dia berguling-guling tak beraturan. Aksi panggungnya aneh dan nyeleneh, namun mengandung magnet yang bikin perhatian terus lengket. 
Saya turut menonton pertunjukan terakhir JENNY. Terakhir? Iya penampilan di acara yang diadakan Teknik Geologi UPN tersebut menjadi pertunjukan terakhir JENNY. Bukan, mereka bukannya bubar. Mereka hanya berhenti sejenak untuk kemudian lahir kembali dengan formasi baru. 4 laki-laki; Farid, Danish, Moved, dan Robi. FSTVLST, begitulah mereka kini disebut.Sejak saat itu, saya (dan biasanya) bersama Benji selalu datang untuk menikmati panggung FSTVLST.
Kedekatan (yang tidak terlalu dekat) lalu terjalin dengan vocalist FSTVLST, atas nama kejutan untuk Benji yang bahasa kimcilnya adalah ngefans berat dengan Mas Farid. Saat itu, saya dan Memey mengunjungi studio Mas Farid untuk mengambil gambarnya saat mengucapkan selamat ulang tahun untuk Benji. Tidak berhenti disitu, Mas Farid menjadi sasaran utama korban kejahilan kami yang nekat mengadakan pameran forografi semi kontemporer dengan menjadikannya seorang kurator.
Terlepas dari kesangaran yang Mas Farid miliki. Hei lihat siapa itu pemuda bertopi fedora yang hafalkan saja ritmenya. Diawal pertunjukan dia pasti berpakaian rapi dan ketika pesta bahkan belum usai, yang masih rapi cuma topi. Danish Wisnu Nugraha. Dia wangi, ramah di twitter, saya pernah mimpi dia, dan saya suka ngelihatin dia kalau lagi main drum. Bibirnya menjadi lucu dan lesung pipitnya unyu. Hyaks! Saya mulai freak.
Dibagian kanan disetiap panggung FSTVLST dari barikade penonton, selalu berdiri Humam Mufid, sang bassist. Rambutnya panjang sekali, semoga dia bukan orang yang malas keramas kaya saya. Dari tweet-tweetnya, saya terpaksa berspekulasi kalau Mas Moved ini pasti kocak. Saya juga jadi tahu musik-musik apa yang Ia dengarkan melalui tweet-tweet yang Ia bagi ketika biasanya hari mulai pagi. Dilihat dari jauh atau dekat, dalam perspektif saya dia selalu sebelas duabelas dengan Captain Jack Sparrow. Di posting Tumblr  saya yang bertajuk October In Frame Day 30, saya menulis "Capatain Jack Sparrow Wanna Be in Frame" sebagai caption dari fotonya. 

Tahu tidak dari tadi saya ingin menangis gara-gara senyum-senyum sendiri. Hihi.

Hari ini 13 Mei. Selamat ulang tahun untuk diri saya sendiri. Semoga segalanya menjadi baik ya Astrini.
Pagi-pagi sudah dapat kado dari teman-teman terbaik sepanjang masa. Pemuda berhoodie hitam dengan sekotak kue coklat ditangannya berhias lilin angka 2, dan 1. Dibelakangnya ada pemuda jangkung berjaket hijau bersepatu boots. Pertamanya saya tidak ngeh tapi lalu teriak tak tertahan karena mendapati Mas Danish dan Mas Moved berada tidak lebih dari 2M dihadapan saya, bukan dalam konteks panggung dan memotret.
Seperti biasa, saya selalu tidak suka dengan diri saya  ketika dihadapkan pada situasi seperti ini. Gemetar. Dan kalau sudah gemetar, saya jadi suka salah tingkah. Dan kalau sudah salah tingkah, menyebalkan sekali. Jadi seperti anak kecil, padahal tahu kesempatan bisa saja hanya sekali. Saya maluuuu. Beberapa hari terakhir saya genit sekali ditwitter. Suka menyapa-nyapa Mas Danish atau Mas Moved secara tidak jelas. Bahkan sore tadi, saya mengetikkan pesan "saya mau ulang tahun lho mas". Uuuuu itu njjiji'i, nggilani, dan ngisin-ngisini. Sumpah saya malu. Saya wondering setengah mati, jangan-jangan saya annoyingnya parah tadi, jangan-jangan Mas Moved, Mas Danish, dan Mas satu lagi tadi bosan dan bete sekali. Uhuhu. 

Tanpa mengesampingkan kekhawatiran saya, senang mendapat peluk dari Jimmy, Karena Kamu Cuma Satu dari Mas Danish, dan bagian pentingnya adalah  Wonderwall dari Mas Moved. Namun apalagi yang lebih membahagiakan selain kebersamaan dengan tuips-tuips saya; Amri, Andina, Benji (yang tremor karena belum tidur), Decin, Dian, Hawwin, Jimmy, Memey, dan Wahy diawal hari 13 Mei ini.

"Jangan lupa bersyukur dan berterimakasih kepada Ibu. Hari ini adalah harinya Ibumu". Begitu pesan Mas Danish disesi akhir kebersamaan tadi. Entah berapa jauh udara yang harus dilewati untuk sampai di benua yang sedang ayah, ibu, dan kakak saya sekarang pijaki. Mungkin pesan berisi doa seperti biasa akan menjadi lebih berarti hari ini. (:

And all the roads we have to walk are winding. And all the lights that lead us there are blinding.There are many things that I would like to say to you but I don't know how.

Terimakasih, bijaksana. Atas nama kejutan yang selalu beriring dengan pengorbanan, semoga saya engga gampang gemeter dan berhenti bertindak seperti anak usia 12 tahun diusia saya yang berkepala dua tambah 12 bulan ini. Karena mana ada wartawan musik, pemilik sebuah perpustakaan, dan gelanggang seni untuk anak kecil yang suka ribut gara-gara gemeteran?
Semoga mendewasa Astrini, kamu sudah dua puluh satu kini.

Selamat pagi. (:

Jumat, 11 Mei 2012

Excuse Me, Your Flash.

Malam minggu ketika saya menonton Adhitya Sofyan di Gedung Purna Budaya UGM, berdiri seorang mbak-mbak dengan kamera DSLR menggantung dilehernya. Dia terlihat asik memotret, mondar-mandir kesana dan kemari. Malam minggu beberapa bulan kemudian, saya menonton Answer Sheet dan kembali menemukan mbak-mbak berkalung DSLR yang terlihat sibuk memotret sana dan sini. Malam minggu beberapa bulan yang lalu, saya datang menikmati panggung Pure Saturday di RRI Jogjakarta. Berdiri dideret pertama penonton,mata saya lekat pada seorang pemuda tambun berkemeja flanel. Dan seperti mbak-mbak di Konser Adithya Sofyan dan Answer Sheet, pemuda tersebut menenteng sebuah DSLR dan memotret tanpa henti. Barusan saja, saya menonton Boarding Room di Fakultas Pertanian UGM. Dikanan kiri saya banyak mbak-mbak berkerudung mengintip panggung lewat view finder kamera DSLRnya. Lagi-lagi saya tak henti menatap mereka.

Empat konser tersebut melekat erat di pikiran. Karena keempatnya memiliki persamaan. Sama-sama menambah keyakinan. Kalau flash itu sangat mengganggu pertunjukan.

Because your DSLR is not your free pass to use your flash as you want, so please stop splash your flash ketika memotret  band atau pertunjukan apapun. Karena seriously.. Itu mengganggu, tidak sopan, dan secara etika fotografi hal tersebut dianggap sebagai sebuah pelanggaran.

Kamis, 10 Mei 2012

Cita-cita

Dampak tugas Produksi Iklan minggu ini.

Minggu ini, mahasiswa FISIPOL UGM, Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2009, Konsentrasi Komunikasi Strategis, mendapat tugas membuat campaign sebuah produk.
Sebuah brand susu yang telah berubah namanya dipilih saya dan teman-teman kelompok untuk dieksekusi dengan "cita-cita" sebagai big idea dari campaign ini.
Karena kebagian mengerjakan visual dari campaign ini, saya memandangi dokter, tentara, polisi, astronot, pilot, dan pramugari yang berdiri gagah dan anggun dilayar komputer selama berjam-jam, hingga sukses melayangkan pikiran saya ke 15 tahun silam, ketika saya masih menggunakan rok bunga-bunga bertali dan kuncir air mancur.
Mainstream memang, tapi ketika itu, cita-cita saya tentu saja jadi dokter. Pakai jas putih dan kaca mata. "Apalagi kalau bukan keren?", begitu pikir saya. Seiring berjalannya waktu, saya juga pernah ingin jadi pramugari. Buset, pada waktu itu saya pasti sedang tidak tahu diri. Lalu, ketika gemar menggambar, saya berkeinginan menjadi arsitek. Tidak peduli nilai IPA saya disekolah bagaimana, yang jelas saat itu arsitek terlihat paling kece dibanding profesi apapun karena Ia bisa menggambar denah rumah sendiri. Kemudian, saya juga pernah ingin menjadi insan pertelevisian ketika saat itu saya melihat tayangan sebuah award di televisi yang menampilkan hingar bingar backstage.. "Enak bisa ketemu artis" begitu pikir saya.

Kini, saya berada di tahun ke-3 perkuliahan saya, dan sering mengalami keresahan tentang cita-cita. Tentang apa yang akan saya lakukan setelah lulus dari bangku perkuliahan, dimana saya akan tinggal, dan yang paling penting, apa pekerjaan saya nanti.
Sebagai seorang mahasiswi komunikasi strategis, seharusnya saya berorientasi untuk menjadi seorang PR atau insan periklanan. Namun apa yang terjadi? Saya malah ingin menjadi astronot, agar bisa terbang ke Bulan. Tapi, saya lebih ingin menjadi wartawan atau fotografer. Wartawan musik atau fotografer panggung. Harapan saya, ini bukan karena saya memang sedang panas-panasnya memotret panggung setiap akhir pekan, karena bukan tidak pernah saya mengalami krisis percaya diri dan kegalauan akademis mengenai konsentrasi perkuliahan dan korelasinya terhadap lintas cita-cita ini. Saya juga bukan tidak pernah merasa minder dengan diri saya sendiri, dengan hasil foto yang begitu-begitu saja, pengetahuan yang masih sangat terbatas, serta keluwesan berkomunikasi secara verbal dengan orang lain yang minim. Namun setiap energi dan kepuasan selepas acara yang saya kunjungi selalu saja berhasil menggiring saya lebih giat menulis; lebih dekat dengan angan cita-cita tersebut.

Waktu itu, saya mengobrol dengan seorang fotografer panggung yang sedang mengudara namanya; Muhammad Asra. Dia begitu berpengalaman dan karya-karya yang Ia hasilkan tidak bisa diragukan. Dia bilang, "Suatu hari keterbatasan yang Astrini miliki, pasti bisa menjadi pijakan untuk meraih mimpi".
Aamiin.