Minggu, 06 Mei 2012

Oleh-oleh Untuk Wahy

28 Maret yang lalu, saya bersama 3 orang teman satu angkatan di Jurusan Ilmu Komunikasi UGM pergi dengan berbekal uang sekedarnya, satu lembar peta, dan pengetahuan minim mengenai mau apa, akan tinggal dimana, dan harus melalui jalan mana.
Semuanya terjadi seperti tanpa direncanakan.
Hingga akhirnya kami berempat sampai di seberang pulau.
Pulau Bali.

Cerita ini adalah oleh-oleh kecil untuk salah seorang teman baik saya; Wahy.


Foto yang tampak di atas merupakan oleh-oleh khusus untuk kamu.
Diambil di Dreamland Beach, Pecatu Bali.
Bergambar handphone pribadi saya yang menampilkan fotomu, berlatar belakang hamparan pantai jernih, pasir putih, dan awan yang cerah sekali.
Sayang, karena kesibukanmu, kamu tidak bisa menikmati pemandangan ini.
Kamutidak bisa ikut melarikan diri.

Wahy,
Kami menyebut perjalanan ini melarikan diri.
Entah dari mana dan dari siapa.
Tidak usah dipusingkan lah,
Setelah akhirnya lega akhirnya memberi tahu keberadaan saya pada Ibu saya sesampainya di Bali,
saya ketagihan menenggelamkan diri dilaut.
Mengambang menghadap langit, duduk diam melawan ombak, tertawa melebur dengan air garam yang masuk ke mulut, hingga matahari jatuh.
Rasanya enak sekali.
Kamu harus mencoba suatu hari nanti.

Kami juga merasakan gemetar luar biasa ketika mobil kami melawan arus ribuan manusia bermuka panik, yang meminta kami segera berbalik.
Katanya, bom akan meledak entah setelah berapa detik.

Hari terakhir,
Saya diantar Decin, Hawwin, dan Dimas menyusuri  jalanan Ubud.
Jalanan yang lenggang dan tak ada kemacetan.
Namun,
sesak oleh kenangan.

Semoga kita bisa bepergian bersama suatu hari nanti ya, Wahy (:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar